
Tentu ada sebagian hati kecil kita berkata, kalau benarlah manusia itu patut menyembah Allah, mengapa hati kecil kita selama ini tidak mengajak menyembah Allah, tidak mengingatkan kita menyembah Allah.
Sebabnya, selama ini di dalam diri manusia ada 2 musuh batin yang senantiasa mempengaruhi hati dan akal manusia, yaitu syaitan dan hawa nafsu, yang selalu menggoda manusia, membawa manusia pada jalan kesesatan.Dalam Al Quran disebutkan :"Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang sangat nyata"(Al Baqarah : 168)
Tentang nafsu Allah juga berfirman :"Sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak manusia pada kejahatan"(Yusuf : 53)
Karana dalam hati manusia itu ada 2 musuh batin, maka hati manusia terus lalai dan derhaka kepada Allah. Kalau takdirnya syaitan dan hawa nafsu tidak ada, maka tentulah manusia akan kenal dengan Allah, cinta dengan Allah, bahkan akan tenggelam dalam mabuk kecintaan pada Allah karana fitrah manusia sejak sebelum ditiupkan roh telah mengenal dan mencintai Allah, Allah lah yang patut disembah dan dibesarkan.
Selain itu kalau kita kaji dengan hati dan akal yang jernih dan bersih,membaca sejarah maka bukanlah sudah menjadi sunnatullah,atau sudah ditakdirkan oleh Allah, manusia di mana ia berada, di peringkat mana pun manusia itu, apa yang Allah takdirkan kepadanya, walau bagaimana pun hebatnya seseorang itu dikhalayaknya,namun mereka tidak dapat mengelak dari bala bencana, ataupun dari perkara yang tidak disukai oleh manusia.kerana ujian itu pasti.
Bala bencana, ujian dan musibah itu ditimpakan kepada semua orang..Orang yang muslim mahupun orang yang kafir, baik orang yang taat mahupun yang durhaka. Misalnya siapakah manusia yang dapat mengelakkan diri dari miskin, kalau tak miskin harta, miskin jiwa. Miskin jiwa lebih parah sebab manusia selalu merasa tak cukup dan tak pernah rasa bahagia.
Karana iman lemah walaupun duit banyak selalu merasa kekurangan. Lebih parah lagi sudahlah miskin harta, miskin jiwa.Kalaulah manusia itu dapat mengelak dari miskin, maka dapatkah manusia mengelakkan diri dari jatuh sakit,sedangkan seorang doktor pun banyak yang ditimpa penyakit dan jatuh sakit. Inilah keadilan dari Allah, sakit itu ditimpakan pada semua orang,tak kira siapa pun. Sakit sebagai utusan dari Allah untuk mengingatkan manusia,jika ia telah terlalai ataupun jika dia telah melampaui batas.
Jikalau manusia tidak miskin, tidak sakit, dapatkan manusia itu mengelak dari fitnah dan umpatan orang sekelilingnya.mesti tidak?? kerana Manusia tidak akan dapat mengelak dari kesusahan yang ditimpakan oleh manusia lain.Selain itu dapatkah manusia mengelak dari bencana alam,taufan, badai, krisis makanan,ekonomi, dll. Ataupun apakah kita dapat mengelak dari kematian ibu dan ayah, isteri, dan anak-anak. Tak ada manusia yang mahu itu semua, tapi Allah timpakan juga. Tidak ada manusia yang dapat melepaskan diri dari ujian hidup.
Semua manusia pasti akan ditimpan ujian,yang kafir kena, yang Islam pun kena. Yang sembah Allah juga akan kena, yang tidak sembah Allah pun kena. Yang taat akan ajaran islam pun kena, yang derhaka pun kena .Semua manusia boleh merasakan, maka tentu lebih baik jadi orang mukmin yang diuji daripada orang kafir diuji. Lebih baik orang yang menyembah Allah itu diuji daripada orang derhaka diuji .
Tidak pernah terpikir dalam pengalaman kita, yang kena uji itu semua yang baik-baik dan alim-alim, yang menyembah Allah, yang patuh kepada Allah sedangkan yang kafir tidak pernah diuji, tak pernah sakit, tak pernah miskin, tak pernah disusahkan orang. Tapi dalam pengalaman kita, semua orang merasakan tak kira orang baik ataupun sebaliknya.Karana itu lebih baik kita ditimpa bencana dalam keadaan patuh, menyembah,dan taat akan Allah, sebab orang mukmin yang sejati, kalau ditimpa sedikit kesusahan dari Allah, maka kesusahan itu adalah sebagai penghapusan dosa. Allah turunkan hukuman pada yang taat di dunia lagi sebelum dihukum di akhirat, sebab hukum di akhirat lebih berat dan pasti tidak akan sesiapa dapat menanggungnya.
Jikalau orang mukmin itu tidak berdosa dan dia redho dengan ujian dari allah, maka itu merupakan satu proses peningkatan darjat dan pangkat dari Allah. Kalau orang itu derhaka terlebih-lebih lagi orang Fasiq,Munafiq dan kafir, maka ujian itu merupakan kutukan Allah di dunia dan akhirat. Di dunia sudah ditimpakan neraka dunia, di akhirat akan ditimpakan neraka yang lebih berat lagi, boleh jadi kekal abadi.Jadi tidak ada alasan untuk kita tidak menyembah Allah.
Kalau kita katakan sembah Allah nanti boleh sebabkan kemiskinan, maka bila kita tidak menyembah Allah pun boleh menjadi miskin malah miskin kita itu miskin hina. Kalau kita baca dan tengok di akhbar dan TV berita-berita orang bunuh diri,dibunuh,kecelakaan jalan raya, maka bukan saja orang yang taat terkena, yang tak kenal langsung Allah pun kena juga.Cuma akal dan hati kita tak dapat menilai, sudah diganggu oleh syaitan dan hawa nafsu, maka kita sudah tidak kenal akan Allah. Padahal kalau kita dapat menilai, betapa setiap bala dan ujian itu diratakan kepada semua manusia, maka mengapa kita takut susah, takut miskin karana menyembah Allah,kerana Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya,mengapa kita takut akan masa depan sedangkan Allah itu maha kasih dan sayang terhadap hambanya,dan mengapa kita masih derhaka pada Allah sedangkan kita langsung tiada daya upaya nak melawannya.
wallahu'lam




